Kisah Hercules bawa prajurit RPKAD ditembak meriam TNI di Kalimantan

Pesawat Hercules C-130 punya Tentara Nasional Indonesia Angkatan Hawa (TNI AU) jatuh di Jalan Jamin Ginting, Sumatera Utara, Selasa (30/6) siang. Peristiwa ini mengakibatkan 86 awak ataupun warga yang menumpang pesawat buatan 1964 itu tewas dalam kecelakaan itu.

Hercules ini memanglah telah kenyang makan asam garam pertempuran. Untuk menerjunkan pasukan serta mendrop logistik.

Th. 1964, Indonesia mendengungkan Operasi Dwikora, maksudnya adalah untuk mengacaukan pembentukan negara Federasi Malaysia. Soekarno berasumsi, negara itu adalah negara boneka bentukan pemerintah kolonial Inggris. Bedanya, operasi ini di gelar tertutup, tak ada pengumuman perang di dalamnya.

Tetapi, ada lembaran hitam sepanjang berlangsungnya operasi. Pesawat Hercules yang mengangkut 36 pasukan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) ditembak rekanan sendiri.

Kisahnya berawal Kompi K Harseno, Yon 1 RPKAD diperintahkan untuk lakukan penerjunan di Sarawak, Malaysia manfaat memecah konsentrasi pasukan Inggris disana. Pengalihan ini dibutuhkan supaya gagasan penerjunan Kompi Tanjung ke Kuching berjalan mulus, walau pada akhirnya dilaporkan hilang di dalam laut.

Persiapan juga mulai dikerjakan. Pesawat Hercules dengan nomer punggung T-1306 siap mengudara. Manfaat mensupport usaha penyusupan, label-label ataupun logo TNI AU di hilangkan. Lantaran sifatnya rahasia, tidak seluruhnya unit TNI diberitahu tentang gagasan ini, alhasil tidak ada pengawalan dari pesawat MiG-17 AURI.

Penerbangan dikerjakan pada 16 September 1965. Pesawat pilih terbang rendah supaya terlepas dari deteksi radar musuh, dan penyergapan. Sayang, ketentuan ini bikin gagasan itu terbongkar oleh pasukan Inggris yang tengah berpatroli, hingga pesawat ini diterjang tembakan beruntun dari darat. Keadaan ini bikin pilot mengambil keputusan untuk berputar balik serta kembali pada landasan.

Pasukan Arhanud TNI AD yang ada di Long Bawan, Kalimantan Timur tidak tahu ihwal penyerangan itu. Mereka menembaki pesawat itu dengan cara beruntun. Peluru juga tentang mesin kanan pesawat serta terbakar, lalu disusul dengan sayap serta tangki bahan bakar kanan meledak.

Rusaknya itu bikin pesawat mesti mendarat darurat, pasukan baret merah juga sangat terpaksa diterjunkan dengan ketinggian yang sangatlah rendah.

Walau demikian pesawatnya alami rusaknya cukup kronis, pilot Hercules Mayor Hawa Suhardjo sukses mendaratkan pesawat dengan mulus di medan terbuka. Dia juga sukses menyelamatkan 17 awak serta penumpangnya, termasuk juga 5 jumpmaster RPKAD.

Pesawat Hercules T-1306 alami keseluruhan loss disebabkan tembakan serta pendaratan darurat itu. Satu operasi dilancarkan untuk menyelamatkan mesin pesawat, serta sukses dikerjakan dengan sulit payah.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar